Visualisasi Distribusi Temperatur pada Proses Perpindahan Panas Konduksi pada Batang Sederhana yang disertai dengan Pembangkitan Panas.

Pada post kali ini, saya ingin menampilkan hasil visualisasi yang tetap berkaitan dengan post saya sebelumnya mengenai proses perpindahan panas konduksi pada batang sederhana. Namun, perbedaan yang ingin saya tampilkan saat ini adalah visualisasi distribusi temperature yang diakibatkan oleh adanya pembangkitan panas pada batang sederhana yang disimulasikan. Pembangkitan panas pada simulasi ini ditetapkan sebesar 1000 kW/m3. Berikut ilustrasi kasus perpindahan panas yang akan disimulasikan.

   

Dengan asumsi dan konstanta yang sama dengan post sebelumnya, maka berikut visualisasi distribusi temperature pada batang sederhana yang disimulasikan.

 

 

Dapat diperhatikan pada gambar dan grafik di atas, bahwa dikarenakan oleh adanya pembangkitan panas sebesar 1000- kW per satuan volume, menyebabkan distribusi temperature meningkat jika dibandingkan dengan distribusi temperature pada batang sederhana tanpa pembangkitan panas.

Jika diperhatikan terlebih dahulu set – up geometri batang sederhana yang disimulasikan,

   

Dengan menetapkan perbedaan temperature dengan cara memberikan nilai 100oC pada W1 dan 500oC pada W2, maka W1 dan W2 berfungsi sebagai poin A dan poin B pada gambar pertama di atas. Maka distribusi temperature yang akan diperhatikan atau dihitung adalah temperature pada tiap – tiap batas diskrit volume W2. Dapat diperhatikan pada gambar di atas bahwa terdapat 6 batas diskrit volume W2, yang dimana hal ini sesuai dengan jumlah titik belok grafik beserta titik awal dan akhir. Jadi, dapat disimpulkan bahwa hasil pada grafik sangat terikat dengan pembagian diskrit volume pada simulasi. Jika seandainya diskrit volume diperbanyak lagi, maka akan semakin banyak pula titik belok yang terbentuk, sampai pada jumlah tertentu yang dapat mengilustraikan bentuk grafik kurva yang halus.

Sekian yang dapat saya sampaikan untuk saat ini. Semoga bermanfaat.

Wassalam.

Note: untuk detail perhitungan fundamental berdasarkan metode volume hingga mengenai kasus konduksi seperti pada gambar di atas, dapat dilihat pada Versteeg H.K., Malalasekera W. Introduction to computational fluid dynamics. The finite volume method (Longman, 1995)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: