Strategi Pengelolaan Energi Nasional Dalam Menjamin Keamanan Ketersediaan Energi

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki berbagai Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, mulai dari batu bara hingga bahan bakar nuklir berupa Uranium. Banyaknya  SDA tersebut merupakan modal awal bagi Indonesia untuk menyusun berbagai strategi guna menguatkan ketahanan nasional.

Ketahanan nasional ditunjang oleh berbagai faktor lainnya. Faktor – faktor tersebut antara lain adalah ketahanan politik, ketahanan ekonomi, ketahanan sosial, dan ketahanan budaya.  Salah satu pilar penting ketahanan nasional yaitu ketahanan ekonomi, sangat dipengaruhi oleh pemanfaatan SDM dalam negeri.  Dengan demikian, kemampuan dalam negeri seperti kemampuan untuk merespon dinamika perubahan energi  global dan kemampuan untuk menjamin ketersediaan energi dengan harga yang wajar untuk mewujudkan ketahanan energi yang ideal sangatlah mendesak guna berdirinya Indonesia dengan kemandirian energi yang mumpuni di tengah derasnya persaingan global dewasa ini.

Beberapa variabel penting yang perlu diperhatikan guna terwujudnya kemandirian energi ialah ketersediaan energi, aksesibilitas, dan Daya Beli.

Yang dimaksud dengan ketersediaan energi ialah kemampuan untuk memberikan jaminan terhadap pasokan energi (security of energy supply).  Jika dibandingkan dengan Arab Saudi dan Jepang, Indonesia masih memiliki ketersediaan energi yang sama baiknya dengan kedua negara tersebut, bahkan lebih. Hal ini disebabkan karena Indonesia memiliki SDA fosil yang sangat memadai (dengan mengesampingkan investasi dan SDM yang sangat jauh dari memadai), potensi energi terbarukan yang cukup besar dan terbuka, dan ketersediaan teknologi lanjutan. Namun beberapa hal tersebut sangatlah sulit untuk dicapai jika melihat kondisi – kondisi seperti kebutuhan energi yang cukup besar dan akan terus meningkat disertai efisiensi penggunaan energi yang sangat rendah. Kemudian masih tingginya ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil seperti minyak bumi, yang menyebabkan pengembangan energi atau teknologi baru dan terbarukan belum optimal, di tengah ketatnya persaingan global untuk mengakses suplai minyak bumi.

Kemudian Aksesibilitas (Infrastructure Availability) atau yang dimaksud dengan pendistribusian energi dalam negeri. Mengingat Indonesia adalah negara kepulauan yang kurang lebih terdiri dari 17.000 pulau, maka pendistribusian energi di Indonesia ini kiranya merupakan tantangan tersendiri bagi Pemerintah. Di tengah sibuknya sentralisasi di Jakarta – dengan hampir semua sektornya terdistribusikan energi – masih banyak daerah lain yang masih belum mendapatkan pendistribusian energi dengan baik. Peninjauan terhadap data stastitik tahun 2009 mengenai rasio elektrifikasi, atau rasio antara rumah tangga yang telah mendapat distribusi listrik dan rumah tangga yang belum mendapatkan distribusi listrik, menunjukkan bahwa secara general, Indonesia hanya menunjukkan rasio elektrifikasi sebesar 65,79%. Namun, Jika dilihat secara khusus atau perkota, barulah dapat dilihat bahwa pendistribusian energi di Indonesia sangatlah tidak merata. Hal ini dapat dilihat dari nilai rasio elektrifikasi di Jakarta yang mencapai nilai 100%, dimana nilai rasio elektrifikasi di daerah – daerah lainnya, khususnya pedalaman, bahkan tidak mencapai 50%. Hal ini dapat dilihat nilai rasio elektrifikasi daerah – daerah seperti Papua/IrJabar, Sultra, Malut, Gorontalo, NTT, dan NTB, yang masing – masing nilai rasio elektrifikasinya adalah 32,35%, 38,09%, 49,44%, 48,78%, 24,55%, dan 32,51%.

Meskipun banyak berbagai kendala dalam mengokohkan aksesibilitas seperti permintaan energi yang tinggi dan terus meningkat, keterbatasan infrastruktur energi, lokasi suplai energi yang berjauhan dengan lokasi kebutuhan energi, serta insentif fiskal dan perpajakan yang masih terbatas untuk mendorong investasi infrastruktur (termasuk kilang migas), masih banyak peluang – peluang yang menanti, seperti ketersediaan investasi nasional dan internasional, komitmen Pemerintah untuk memberikan insentif fiskal, serta terbukanya kerjasama untuk pengembangan infrastruktur guna menarik investasi.

Beberapa solusi yang telah disiapkan dari Pemerintah per tahun 2010 – 2014 adalah melayani penambahan sambungan baru untuk rumah tangga dengan kisaran 1 – 1,2 juta rumah tangga / tahun dan pengembangan listrik pedesaan sub sektor ketenagalistrikan yang akan dikembangkan.

Penambahan sambungan baru untuk rumah tangga direncanakan akan dilakukan dengan meningkatkan kapasitas pembangkit tenaga listrik sebesar 6,123 MW, memperpanjang jaringan transmisi dan pendistribusian tenaga listrik rata – rata 5.556 kms/tahun dan 35.040,8 kms/tahun.

Kemudian beberapa target sub sektor ketenagalistrikan pedesaan meliputi PLTMH, SHS, PLTS Terpusat, PLTS, JTM, JTR, dan Gardu distribusi masing masing sebanyak 570 unit, 192.000 unit, 250 unit, 270 unit, 25.495 kms, 6.260 kms, dan 4.390 unit.

Variabel terakhir yang juga tidak boleh dilupakan adalah daya beli. Dimana besarnya ketidakmerataan subsidi pemerintah. Maksudnya adalah, besarnya persentase subsidi yang tidak tepat sasaran, dimana nilai persentase ini mencapai angka 70%. Dengan harapan awal, bahwa tiap – tiap 20% dari subsidi akan didistribusikan untuk masing – masing masyarakat kelas atas, kelas kedua teratas, kelas menengah, kelas kedua terbawah,  dan kelas terbawah.Dimana nilai 70% tersebut melenceng untuk masyarakat kelas teratas dan kedua teratas.

Kesimpulan

Beberapa hal tersebut kiranya patut untuk menjadi perhatian utama Pemerintah guna terwujudnya kemandirian energi Indonesia yang ideal untuk terwujudnya ketahanan energi Indonesia. Dimana Ketahanan energi merupakan faktor penting untuk mewujudkan ketahanan ekonomi dan ketahanan nasional.

Kemudian, masyarakat juga wajib untuk berperan aktif dalam mewujudkan ketahanan energi yang diinginkan, misal dengan cara melalui budaya hemat energi, penggunaan energi elternatif / terbarukan, dan turut melakukan berbagai aktivitas penelitian, khususnya akademisi, guna menemukan energi yang ideal dengan kondisi global saat ini.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: