Penggunaan Metode Value Engineering (Rekayasa Nilai) pada Dunia Industri

Perkembangan teknologi disertai dengan perkembangan dunia industri yang selalu mengiringi perkembangan teknologi menyebabkan persaingan di dalam dunia rekayasa semakin sulit. Hal ini ditambah dengan globalisasi yang semakin berkembang dimana hampir tidak ada batasan yang berarti di setiap penjuru dunia. Untuk menyikapi kondisi ini, diperlukan suatu konsep serta pemahaman yang harus diimplementasikan, khususnya di dunia teknologi dan industri. Value Engineering atau rekayasa nilai inilah yang dimaksud sebagai konsep yang dibutuhkan dalam menyikapi situasi persaingan dunia industri dewasa ini.

Yang dimaksud dengan Value Engineering adalah pendekatan tersetruktur dan sistematis dalam pengevaluasian serta pengembangan suatu produk atau proyek, yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai produk atau proyek tersebut, disertai dengan peningkatan pendapatan yang diinginkan.

Salah satu faktor penting dalam meningkatkan nilai suatu produk atau proyek adalah kompetensi team yang berperan dalam proyek pengembangan suatu produk atau jasa tersebut.

Kompetensi – kompetensi tersebut adalah pengertian dari team akan kunci kesuksesan bisnis dalam berhubungan dengan klien, pengguna produk atau jasa yang akan dihasilkan, dan stake – holder. Kemudian team yang efektif disertai dengan komunikasi yang baik antar anggota team itu sendiri. Serta yang terakhir namun paling penting adalah keinginan ataupun kemampuan team untuk mengeliminasi biaya – biaya yang tidak terlalu signifikan dan menemukan inovasi – inovasi baru dalam memberikan solusi untuk pengembangan dan pengevaluasian produk atau jasa yang akan dihasilkan.

Dalam pernyataan terakhir pada paragraf di atas telah disebutkan kalimat “inovasi”. Lalu apa konsep yang dibutuhkan untuk menciptakan suatu inovasi baru dalam proyek atau jasa yang dibutuhkan. Seperti yang dikatakan oleh Woodhead dan Berawi, “Identifying functions enables alternative ways in the act of product creation and innovation”. Yang berati Identifikasi pada fungsi dapat menghasilkan cara alternatif dalam memberikan inovasi serta pembuatan suatu produk. Maka dapat disimpulkan bahwa Value Engineering merupakan metodologi dalam penciptaan suatu inovasi dengan pengaplikasian teori fungsional suatu produk yang akan dihasilkan.

Setelah menjelaskan panjang lebar tentang value engineering, maka dapat diekstrak tiga konsep penting yang dibutuhkan dalam mengembangkan produk yang diinginkan. Tiga konsep tersebut adalah analisa fungsi, sistem nilai, dan proses yang melibatkan team. Untuk mengaplikasikan ketiga konsep tersebut dibutuhkan teknik manajemen yang baik, pendekatan team secara multi disiplin, orientasi sistem inovasi/siklus umur produk/fungsi.

Persamaan yang mengimplementasikan sistem nilai, analisa fungsi, dan biaya adalah , dimana V adalah value atau nilai, F adalah fungsi, dan C adalah cost atau biaya. Persamaan tersebut harus mempunyai empat kondisi yang diperlukan.

Kondisi yang pertama adalah kondisi dimana nilai suatu fungsi naik, namun besaran biaya yang turun. Kondisi ini biasanya diimplementasikan pada saat pertama – tama suatu produk dihasilkan. Pada kondisi kedua, nilai fungsi dibiarkan tetap sama dengan kondisi pertama disertai dengan besaran biaya yang tetap diusahakan untuk turun. Kondisi ketiga, besaran biaya diusahakan untuk tetap seperti kondisi kedua, namun disertai dengan nilai fungsi yang dinaikkan. Dan kondisi yang terakhir atau keempat, mempunyai ketetapan yang menaikkan nilai fungsi dan biaya, dimana nilai fungsi dinaikkan jauh melebihi kondisi ketiga dan besaran biaya yang dinaikkan tidak terlalu jauh dengan kondisi ketiga.

 

Kesimpulan

Value Engineering adalah suatu pendekatan yang sistematis dan terstruktur dalam pengevaluasian serta pengembangan suatu produk dan jasa yang diinginkan. Konsep yang paling penting dalam pengaplikasian value angineering ini adalah konsep fungsi, sistem nilai, dan besaran biaya, dimana ketiga konsep ini mempunyai empat kondisi yang masing – masing konsep mempunyai fluktuasi berbeda di setiap kondisi, seperti yang telah dijelaaskan pada paragraf sebelumnya.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: