Overview pengeboran dan eksplorasi Petroleum

Suburnya bisnis minyak dan gas (migas) seakan – akan menjadi salah satu parameter seberapa majunya suatu negara tersebut. Jika ditinjau lebih dalam lagi, khususnya secara keteknikan, bisnis migas merupakan suatu bidang usaha yang membutuhkan dana yang banyak, teknologi yang canggih, serta dengan tidak melupakan resiko tinggi yang selalu tersedia, kiranya sangat pantas bahwa sektor migas menjadi primadona dunia.
Jika membicarakan teknologi, maka substansi ilmu pengetahuan yang membangunnya sama sekali tidak dapat terlepas, bagaikan suatu komponen yang telah terintegrasi secara absolut. Salah satu kemampuan pengetahuan yang diperlukan adalah kemampuan secara geografis, serta pengetahuan tentang teknologi pengeboran minyak.
Kemampuan secara geografis diperlukan untuk menginvestigasi reservoir migas. Penyidikan ini meliputi analisis surface dan subsurface. Yang menjadi fokus pembicaraan kali ini adalah analisis subsurface yang meliputi analisis gravitasi, magnetik, pantulan gelombang seismik, dan analisis sumur minyak.
Berdasarkan geografis, minyak ataupun gas tidak tersimpan di bawah tanah danau ataupun sungai, namun migas selalu terpetangkap di dalam batu – batuan bawah tanah. Berdasarkan pemetaan geologi dan sampling bebatuan, yang meliputi analisa gravitasi, magnetik, dan seismik, Indonesia memiliki cekungan hampir di semua wilayahnya, khususnya Papua yang hampir 100% wilayahnya meliputi cekungan reservoir migas. Pemetaan ini dilakukan berdasarkan pengambilan data yang menggunakan ukuran data dari 10 juta meter sampai 1/10 juta meter (lazimnya disebut mikron).
Sebenarnya, inti dari eksplorasi geografis ini adalah penyidikan seismik. Jadi, seismik adalah investigasi dengan menggunakan gelombang suara, baik offshore maupun onshore, yang akan memantul kembali jika gelombang suara tadi mengenai lapisan bebatuan bawah tanah.
Setelah proses eksplorasi selesai atau telah ditemukannya lokasi reservoir yang baik, maka dimulailah proses eksploitasi. Dari sekian banyak proses eksploitasi yang diperlukan, pembicaraan ini hanya berfokus pada proses pengeboran yang diperlukan dalam sektor migas.
Perlengkapan yang diperlukan untuk proses pengeboran ialah Power- Engines dan Electrical Generators Hoisting, Traveling Blocks dan Drawworks Rotating, Top Drive dan Rotary Table Circulating, Mud Pumps dan Mud Pits. Sedangkan persamaan matematika yang diperlukan kiranya tidak terlalu perlu dibahas, dikarenakan betapa simpelnya perhitungan yang diperlukan, seperti bagaimana menghitung BHP, tekanan hidrostatik, gradien, volume, dan gaya.
Berdasarkan kepentingan pengeboran, sumur diklasifikasikan sebagai sumur eksplorasi, sumur yang telah dikonfirmasi, sumur pengembangan, dan sumur step out.
Sumur eksplorasi ialah sumur yang masih dalam penyelidikan, dimana belum diketahui dengan pasti akan adanya hidrokarbon atau tidak. Sumur yang telah dikonfirmasi ialah sumur yang telah diverifikasi, bahwa sumur tersbut menyimpan migas dengan potensi komersial. Sumur pengembangan ialah sumur yang dibor untuk peningkatan produksi sumur yang telah memproduksi migas sebelumnya, namun telah mengalami penurunan produksi. Sedangkan sumur step out ialah sumur yang dibor pada ujung sumur tersebut untuk mengetahui batas dari sumur itu sendiri.
Mengenai pengeboran, telah diketahui sejak lama bahwa tidak ada satupun perusahaan yang cukup besar untuk melakukan proses pengeboran sumur migas secara individual. Dengan maksud bahwa selalu diperlukan kerja sama antara beberapa perusahaan, seperti perusahaan yang bertindak di bidang operasi, kemudian satu lagi perusahaan yang bertindak sebagai kontraktor pengeboran, dan terakhir adalah perusahaan yang berperan sebagai penyedia pelayanan ataupun suplai.
Setelah pembahasan di atas, dapatlah diambil kesimpulan bahwa, meskipun sektor migas merupakan sektor bidang usaha yang memerlukan dana yang sangat banyak, teknologi yang canggih, serta benyaknya resikko yang tersedia, semua hal tersebut tidaklah dilakukan ataupun ditanggung oleh hanya satu orang ataupun perusahaan. Dapat kita ambil inti dari pembicaraan ini, bahwa sektor migas memerlukan banyak disiplin ilmu untuk berkolaborasi, sehingga sektor migas, mungkin, tidak terasa sesulit yang dibayangkan.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: